Lirik dan kunci Gitar Letto - Senyumanmu
[intro] A F#m E D
A F#m
Indah matamu derai rambutmu
E D
Menunjukkan itulah keindahan
A F#m
yang memberikan bentuk senyuman
E D
sebentuk usapan kepada hati
[intro] A F#m E D
A F#m
Sinar wajahmu lembut katamu
E D
Seperti nyamanku menggubah dunia
A F#m
Kian terasa begitu hampa
E D
semuanya sirna tanpa cinta
Bm E A
Kutemukan arti kerinduan
Bm E D E
Dan ku mengerti yang kucari
[chorus]
A
Oh bukanlah cantik mu yang kucari
F#m
Bukanlah itu yang aku nanti
C#m D E
Tetapi ketulusan hati yang abadi
A
Ku tau mawar tak seindah dirimu
F#m
Awan tak seteduh tatapanmu
E D E A
tetapi kau tau yang kutunggu hanyalah senyummu
A F#m
Sinar wajahmu lembut katamu
E D
Seperti nyamanku menggubah dunia
A F#m
Kian terasa begitu hampa
E D
semuanya sirna tanpa cinta
[interlude] F#m E D
F#m E D
Bm E A
Kutemukan arti kerinduan
Bm E D E
Dan ku mengerti yang kucari
[outro] A F#m E D 2x E A
Intro : D
D
Its not a very nice thing to say
D
That i’m “not good enough” for you anyway
D
For real i care, i care for u
D
Though you don’t have to know it today
D Em F#m G
There’s a time when love’s around
D Em
With many things i saw,
F#m C
i dont think it’s a good time
D Em F#m G
Let me tonite keep my mouth shut
D Em C A
I want to follow my moody side
*
D Em
Take me on it on the dance floor tonite
G
It won’t to be a prime time (allright)
G D
But i’m gonna make a hell of booty ride
Em
Take a look around at your side
G
No one talk about love
G
No one talk about love tonite
D
Its just so irritating
Em
To say every little thing
G
When its just so obvious
G
[Intro] G F
C F
Terasa ku terasa ketika kau tampakan muka
C F
Tak bisa,tak bisa ku membaca
C F
Ada apa sebenarnya karena senyuman itu tak biasa
Dm A# G
Kalau kau mau tolong beri tahu aku
C F
Kau bisa kau bisa kupercaya padaku disini
C F
tak akan,tak akan ku biarkan
C F
Kau menangis sendiri kuyakin kamu juga tahu itu
Dm A# G
Kalau kau bisa biar hatimu Yang bicara
[chorus]
F A#
Dimana harus kucari kan kucari
F A#
ku sudah Tak mampu dan tak mampu lagi
F
Malihat mu terkulai tidak berdaya
A#
berjalan gontai dan tundukkan kepala
F A#
Harus kemana ku cari senyummu
Dm A# G
dan sinar yang ada di mata
C F
inilah, inilah saatnya waktu yang bicara
C F
Dan bila kau tak sabar menunggu Hanya satu usulku
C F
Jangan larut dalam sendu ku
Dm A# G
Ku kan temanimu Walau hanya duduk termangu
[chorus]
F A#
Dimana harus kucari kan kucari
F A#
ku sudah Tak mampu dan tak mampu lagi
F
Malihat mu terkulai tidak berdaya
A#
berjalan gontai dan tundukkan kepala
F A#
Harus kemana ku cari senyummu
Dm A# G
dan sinar yang ada di mata
[interlude] F A# 2x
Dm C 2x
[chorus]
F A#
Dimana harus kucari kan kucari
F A#
ku sudah Tak mampu dan tak mampu lagi
F
Malihat mu terkulai tidak berdaya
A#
berjalan gontai dan tundukkan kepala
F A#
Harus kemana ku cari senyummu
Dm A# G C
dan sinar yang ada di mata
[intro] A F#m D E
A F#m D
matahari pagi dan embun yang dingin
E A
hari ini oh indahnya
F#m D
ku harus memulai kerinduan lagi
E
hari ini
A E Bm E A
karena kangenku memang tak tau malu
E Bm F#m Bm
apalagi karena sedang diracun madu
D E
tolong aku
Bm C#m F#m
ku tak tahu
Bm C#m F#m
ooohh ku tak mau tau
[reff]
D E A F#m
tapi memang senyummu selalu hantuiku
D E F#m
walau ku tak tahu hadirmu
D E
oh please jangan pernah kau berhenti
F#m E
hantui aku
A F#m
D E A
hari ini oh sejuknya
F#m D
engkau masih di sini isi lamunanku
E A E Bm
hari ini oh riang hatiku
E A
memang tak mau tahu
E Bm F#m Bm
apalagi karena sedang di mabuk rindu
D E
tolong aku
Bm C#m F#m
aku mau
Bm C#m F#m
ketemu lagi kamu
[reff]
D E A F#m
tapi memang dirimu selalu hantuiku
D E F#m
walauku tak tahu hatimu
D E
oh please jangan pernah kau berhenti
F#m E
hantui aku
[int] A F#m D E A
E Bm E A
E Bm D Bm E C#m G
to : [reff] 2x
[intro] E A B 2x
E A
tak mampu melepasnya
B E
walau sudah tak ada
E A
hatimu tetap merasa
B E
masih memilih dia
C#m G#m A B
rasa kehilangan hanya akan ada
C#m G#m A B E
jika kau pernah merasa memilikinya
[intro] E A B E
E A
pernahkah kau mengira
B E
kalau dia kan sirna
E A
walau kau tak percaya
B E
dengan sepenuh jiwa
C#m G#m A B
rasa kehilangan hanya akan ada
C#m G#m A B E
jika kau pernah merasa memilikinya
[interlude] E A B E
G C
pernahkah kau mengira
D G
kalau dia kan sirna
G C
walau kau tak percaya
D G
dengan sepenuh jiwa
Em Bm C D
rasa kehilangan hanya akan ada
Em Bm C D G
jika kau pernah merasa memilikinya
[intro] Em Bm C D
Em C D G
[intro] C A# F G 3x
C Am F G
Malam itu lah malamku
Am G D/F# G
ketika aku bertemu denganmu
C Am F G
dalam hati ku tersedu
Am G D/F# G
tanganku tergenggam menahan haru
Dm Am F G
mataku tak lepas darimu
Dm Am F G
walaupun ku sendiri ragu
Reff:
C A# F G
Bunga menebar sejuk wewangian malam itu
C A# F G
ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu
C A# F G
lalu muncullah rasa di dalam benakku
C A# F G
ku tak pantas memandangi wajahmu
C Am F G
Rindu itu belum hilang
Am G D/F# G
walau pertemuan itu terkenang
C Am F G
dalam hatiku berdoa
Am G D/F# G
jangan sampai aku pernah terlupa
Dm Am F G
Padamu penjaga hidupku
Dm Am F G
tak pernah meninggalkan aku
[interlude] D# Cm G# A# Cm A# F A# 2x
Fm Gm G# A# Fm A#
[outro] C A# F G ...x
[intro] Am F G C C G/B Am G Kerasnya hatimu Aku tak mampu F Em Dm G Aku tak mau Meminta C G/B Am G Betapa diriku Terus mencoba F Em F G Tapi merasa Ku tak berdaya [intro] C G/B Am G F Em Dm G C G/B Am G Sepanjang waktumu Tak kau biarkan F Em Dm G Tak kau lepaskan Keinginanmu C G/B Am G Mencoba bertahan Dari hatiku F Em F G Keinginanku Memilikinya G#-E [chorus1] Am F G C Kepada hati itu Aku terlena Am F D7 G Dimana kau berada Aku terbawa Am F G C Kepada hati itu Kuterus mencoba Am F G C Dimana kau berada Engkau milik-Nya C G/B Am G Harumnya nafasmu Sangat sejuk F Em Dm G Sangat pantas di jiwamu C G/B Am G Begitu terasa Lapar dahaga F Em F G Kasih dan cinta Yang engkau punya [chorus2] Am F G C Kepada hati itu Aku terlena Am F D7 G Dimana kau berada Aku terbawa Am F G C Kepada hati itu Kuterus mencoba Am F G Am Dimana kau berada Engkau milik-Nya [interlude] Gm D Am Em F G G#-E [chorus3] Am F G C Kepada hati itu Aku terlena Am F D7 G Dimana kau berada Aku terbawa Bm G A D Kepada hati itu Kuterus mencoba Bm G A D Dimana kau berada Engkau milik-Nya C#m A B E Kepada hati itu Kuterus mencoba C#m A B E Dimana kau berada Engkau milik-Nya
Intro: E D Bm A 2x
Em D C#m B
Ku buka mata dan ku lihat dunia
Em D B
‘Tlah ku terima anugerah cintanya
E D Bm A
Em D C#m B
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Em D C#m B
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Em Bm C G D
Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Em Bm C G D
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Reff:
Em
Apakah itu kamu apakah itu dia
Am C Em
Selama ini ku cari tanpa henti
Em
Apakah itu cinta apakah itu cita
Am C Em
Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati
Em D C#m B
Ku mengira hanya dialah obatnya
Em D C#m B
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Em Bm C G D
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Em Bm C G D
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti
Back to Reff
Em
Apakah itu kamu apakah itu dia
Am C Em
Selama ini ku cari tanpa henti
Em
Apakah itu cinta apakah itu cita
Am C Em
Yang 'kan mengisi lubang di dalam hati
[Intro] Am Em (2x) Dm G E
Am Em
Ku teringat hati
Am Em
Yang bertabur mimpi
Dm G Am
Ke mana kau pergi cinta
Am Em
Perjalanan sunyi
Am Em
Yang kau tempuh sendiri
Dm G Am
Kuatkanlah hati cinta
[Reff I]
C G Am Em
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
Dm F G
Yang menemanimu sebelum cahaya
C G Am Em
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
F G C
Yang kan membelaimu cinta
Am Em
Kekuatan hati
Am Em
Yang berpegang janji
Dm G Am
Genggamlah tanganku cinta
Am Em
Ku tak akan pergi
Am Em
Meninggalkanmu sendiri
Dm G Am
Temani hatimu cinta
[Int] Em B7 Cdim Em B7 Em G Am F G
to: [Reff I]
Am Em
Ku teringat hati
Am Em
Yang bertabur mimpi
Dm G Am
Ke mana kau pergi cinta
Bm F#m
Perjalanan sunyi
Bm F#m
Yang kau tempuh sendiri
Em A Bm
Kuatkanlah hati cinta…
[Reff II]
D A Bm F#m
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
Em G A
Yang menemanimu sebelum cahaya
D A Bm F#m
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
G A D
Yang kan membelaimu cinta
to: [Reff II]
G A D
Kan membelaimu cinta












Ahmad Albar 

Gombloh lahir 14 Juli 1948 dengan nama Soedjarwoto Soemarsono, adalah salah satu ikon musik pop Indonesia yang mampu bermain dalam ranah idealis sekaligus mendulang sukses di ranah komersial. Setidaknya itulah yang terlihat ketika lagunya seperti Kebyar Kebyar dan Kugadaikan Cintaku berhasil menyita perhatian penggemar musik. Gombloh memang seolah trubadur komplit, yang tak hanya memuja-muji tanah kelahiran, tak hanya menafsirkan pesan-pesan alam tapi juga memotret fenomena sosial kalangan working class bahkan mengedepankan kritik sosial yang tajam pula.
Betapa fasihnya Gombloh menuturkan sketsa kehidupan rakyat jelata sehari-hari memang terlihat dari deretan kata-kata yang dirangkainya dalam lagu-lagu ciptaannya seperti “Doa Seorang Pelacur Kilang-Kilang Poligami Poligamiâ Nyanyi Anak Seorang Pencuri Selamat Pagi Kotaku Bahkan Martin Hatch seorang peneliti dari Cornell University mempelajari lagu - lagu dalam album Gombloh Berita Cuaca (1982) dan mengangkatnya dalam sebuah karya ilmiah bertajuk Social Criticsm In The Songs Of 1980's Indonesian Pop Country Singers dan dipresentasikan dalam seminar musik The Society of Ethnomusicology yang berlangsung di Toronto Kanada pada 2 - 5 November 2000 silam.
Dalam makalahnya Martin Hatch meneliti kekuatan dan nilai lagu-lagu karya Gombloh dalam perspektif kehidupan sosial seperti Berita Cuaca Hong Wilaheng Sekareng Bawono Langgeng Denok-Denok Debleng Ujung Kulon Baloran 3600 Detik Kebayan-Kebayanâ œHitam Putih dan Kami dan Alam Memasuki era 80-an, Gombloh mulai menulis lagu-lagu bercorak humor seperti lagu Lepen (singkatan Lelucon Pendek) maupun Selopen (singkatan Seloroh Pendek) yang menghasilkan sebuah idiom yang begitu lekat di khalayak ramai: Kalau cinta melekat, tai kucing rasa coklat.
Disisi lain, Gombloh yang tercerabut dari budaya pop justru tak bergeming ketika harus menghasilkan lagu seperti Kugadaikan Cintaku yang berhasil terjual diatas jumlah 1 juta keeping. Di era inilah Gombloh seolah terjerembab pada karya-karya yang berorientasi ke pasar. Lalu bermunculanlah lagu-lagu seperti Apel , Hey Kamu Percayalah Cintaku Tetap Hangat Karena Iseng Arjuna Cari Cinta Konsumsi Cinta � hingga Tari Kejang . Gombloh pun mulai menulis lagu-lagu bertema pop untuk penyanyi Tyas Drastiana hingga Vicky Vendi. Menyatunya Gombloh dengan tema populis membuat sosoknya kian dikenal luas. Kini siapa yang tak mengenal Gombloh ketika tampil di layar TVRI pada acara-acara musik seperti Aneka Ria Safari dan Selekta Pop dengan dandanan yang menjadi trademark: tubuh kerempeng bersepatu kets, pakai topi, rambut dikuncir, kacamata hitam dan setelan putih-putih. Gombloh yang menghembuskan nafas terakhir pada 9 Januari 1988, tak lagi hanya didengar oleh kelompok tertentu saja. Ia telah menjadi milik siapa saja. DS
Harry Roeslie adalah ikon musik kontemporer. Boss Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) ini seorang jenius yang sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kesenian. Bahkan saking terbukanya, awam seringkali dibuat sulit untuk dapat memahami pemikirannya. Dalam dunia Harry Roeslie memang bermuara keliaran ide, empati atas kehidupan pengamen jalanan, rasa muak terhadap kesewenangan dan entah apa lagi. Kata tabu tidak pernah mampir ke dalam benaknya. Pada album Titik Api dia menabrakan irama diatonik dengan pentatonik. Dia juga pernah memainkan lagu-lagu rock and roll milik The Rolling Stones. Salah satu pencapaian puncaknya terjadi pada pergelaran Opera Ken Arok, 1975, yang berlangsung di Bandung. Dua tahun kemudian karyanya tersebut beredar dalam bentuk album rekaman.
Djauhar Zharsyah Fachrudin Roesli lahir pada 10 September 1951. Talenta musikal Harry bahkan telah mencuat di sekolah dasar. Sewaktu duduk di kelas IV ia sudah mampu menciptakan hymne untuk sekolahnya. Begitu juga waktu di SMP dan berlanjut hingga SMA. Sekadar mengingatkan, pada awalnya Harry Roeslie adalah seorang penyanyi seriosa yang serius. Pada 1971 dia membentuk Gang Of Harry Roesli dengan personil Albert Warnerin (gitar, perkusi, vokal), Iwan Abdurachman (gitar, vokal), Janto Soedjono (drum, perkusi), Indra Rivai (organ, piano, perkusi) dan Harry Potjang (harmonika, perkusi, vokal). Salah satu albumnya yang monumental, Philosophy Gang, memperlihatkan perhatiannya yang besar terhadap isu lingkungan. Kepeduliannya pada persoalan sosial juga kerap menyeretnya pada berbagai peristiwa politik. Sebagai musisi, Harry Roeslie sepertinya mengambil jarak dengan industri musik itu sendiri. Sebagian besar karyanya yang terdokumentasi dalam 23 album tak ada yang sukses secara komersial.
Penjelajahan kreatif Profesor musik lulusan Rotterdam Conservatorium ini tak hanya merambah dunia rekaman, tetapi juga teater dan filmk layar lebar. (*) DMR 
0 komentar:
Poskan Komentar
BAGI YANG INGIN BERBAGI BERITA, ATAU INGIN PROMOSI BAKAT ANDA, ATAU PROMASI BAND DAN LAGU ANDA, SILAHKAN KIRIM DATA ANDA KE : e-mail : mjafly@yahoo.com