YAP'S..............WELLCOME DUD...
Haiii... selamat datang di mp3abis, blog musik paling komplit... for now....hahaha, di sini anda bisa mencari informasi, download lagu, lirik lagu, cari alamat kursus musik, profil Artis, cari event, bahkan bisnis jual beli, cari sepatu, kaos, baju muslim, semuanya ada, bahkan bagi kamu yang ingin numpang mejeng atau pamer bakat bisa kamu lakukan di mp3abis, atau kamu mau beriklan it's OK, kami sudah sedikan halaman iklan baris gratis khusus buat anda, kirimkan saja data-data anda ke e-mail : mjafly@yahoo.com. atau bisa confirmasi melalui YM di pingbox yang kami sediakan, ok... selamat menikmati...
saran dan kritik akan kami terima selama demi kemajuan bersama....
mp3abis.... Ekpresikan Harimu....!!!!!! :))
saran dan kritik akan kami terima selama demi kemajuan bersama....
mp3abis.... Ekpresikan Harimu....!!!!!! :))
Sabtu, 17 April 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Category
-
- ARTIKEL (4)
- ARTIS HOLLYWOOD (1)
- bandung (6)
- comercial break (1)
- DIBANDING-BANDING (3)
- distro (2)
- festival (1)
- Game (1)
- gosip (2)
- hotel (1)
- indonesia idol (38)
- ivent (9)
- Klinik (3)
- Kursus/School (2)
- MATERI YANG DILINK (1)
- newtek (9)
- ngeblog (7)
- Other (1)
- pernikahan artis (2)
- POSTER (1)
- PROFIL ARTIS KITA (10)
- PROFIL BAND (7)
- Sejarah musik (3)
- Sponsor (1)
- Studio Musik (3)
- SUPER TALENTA (3)
PROFIL ARTIS KITA
(18)
PROFIL BAND
(17)
ivent
(10)
Biography
(7)
Guitar
(7)
ngeblog
(7)
bandung
(6)
Klinik
(4)
BERITA
(3)
DIBANDING-BANDING
(3)
INSTRUMENT
(3)
Rock n Roll
(3)
SUPER TALENTA
(3)
Sejarah musik
(3)
Studio Musik
(3)
distro
(3)
BLOGING
(2)
Kursus/School
(2)
TERLARIS
(2)
gosip
(2)
jadul
(2)
150 Lagu Indonesia Terbaik
(1)
Artis yang lama tak terdengar
(1)
BELAJAR NGEBLOG
(1)
DOWNLOAD
(1)
DRUM
(1)
Game
(1)
Info Movie
(1)
MATERI YANG DILINK
(1)
Melanie Subono
(1)
My Story
(1)
Nostalgia Ernie Djohan
(1)
Online Business
(1)
POSTER
(1)
Sponsor
(1)
comercial break
(1)
festival
(1)
hotel
(1)
toko alat musik
(1)
top 10 download
(1)
video legendaris
(1)
































Ahmad Albar 

Gombloh lahir 14 Juli 1948 dengan nama Soedjarwoto Soemarsono, adalah salah satu ikon musik pop Indonesia yang mampu bermain dalam ranah idealis sekaligus mendulang sukses di ranah komersial. Setidaknya itulah yang terlihat ketika lagunya seperti Kebyar Kebyar dan Kugadaikan Cintaku berhasil menyita perhatian penggemar musik. Gombloh memang seolah trubadur komplit, yang tak hanya memuja-muji tanah kelahiran, tak hanya menafsirkan pesan-pesan alam tapi juga memotret fenomena sosial kalangan working class bahkan mengedepankan kritik sosial yang tajam pula.
Betapa fasihnya Gombloh menuturkan sketsa kehidupan rakyat jelata sehari-hari memang terlihat dari deretan kata-kata yang dirangkainya dalam lagu-lagu ciptaannya seperti “Doa Seorang Pelacur Kilang-Kilang Poligami Poligamiâ Nyanyi Anak Seorang Pencuri Selamat Pagi Kotaku Bahkan Martin Hatch seorang peneliti dari Cornell University mempelajari lagu - lagu dalam album Gombloh Berita Cuaca (1982) dan mengangkatnya dalam sebuah karya ilmiah bertajuk Social Criticsm In The Songs Of 1980's Indonesian Pop Country Singers dan dipresentasikan dalam seminar musik The Society of Ethnomusicology yang berlangsung di Toronto Kanada pada 2 - 5 November 2000 silam.
Dalam makalahnya Martin Hatch meneliti kekuatan dan nilai lagu-lagu karya Gombloh dalam perspektif kehidupan sosial seperti Berita Cuaca Hong Wilaheng Sekareng Bawono Langgeng Denok-Denok Debleng Ujung Kulon Baloran 3600 Detik Kebayan-Kebayanâ œHitam Putih dan Kami dan Alam Memasuki era 80-an, Gombloh mulai menulis lagu-lagu bercorak humor seperti lagu Lepen (singkatan Lelucon Pendek) maupun Selopen (singkatan Seloroh Pendek) yang menghasilkan sebuah idiom yang begitu lekat di khalayak ramai: Kalau cinta melekat, tai kucing rasa coklat.
Disisi lain, Gombloh yang tercerabut dari budaya pop justru tak bergeming ketika harus menghasilkan lagu seperti Kugadaikan Cintaku yang berhasil terjual diatas jumlah 1 juta keeping. Di era inilah Gombloh seolah terjerembab pada karya-karya yang berorientasi ke pasar. Lalu bermunculanlah lagu-lagu seperti Apel , Hey Kamu Percayalah Cintaku Tetap Hangat Karena Iseng Arjuna Cari Cinta Konsumsi Cinta � hingga Tari Kejang . Gombloh pun mulai menulis lagu-lagu bertema pop untuk penyanyi Tyas Drastiana hingga Vicky Vendi. Menyatunya Gombloh dengan tema populis membuat sosoknya kian dikenal luas. Kini siapa yang tak mengenal Gombloh ketika tampil di layar TVRI pada acara-acara musik seperti Aneka Ria Safari dan Selekta Pop dengan dandanan yang menjadi trademark: tubuh kerempeng bersepatu kets, pakai topi, rambut dikuncir, kacamata hitam dan setelan putih-putih. Gombloh yang menghembuskan nafas terakhir pada 9 Januari 1988, tak lagi hanya didengar oleh kelompok tertentu saja. Ia telah menjadi milik siapa saja. DS
Harry Roeslie adalah ikon musik kontemporer. Boss Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) ini seorang jenius yang sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kesenian. Bahkan saking terbukanya, awam seringkali dibuat sulit untuk dapat memahami pemikirannya. Dalam dunia Harry Roeslie memang bermuara keliaran ide, empati atas kehidupan pengamen jalanan, rasa muak terhadap kesewenangan dan entah apa lagi. Kata tabu tidak pernah mampir ke dalam benaknya. Pada album Titik Api dia menabrakan irama diatonik dengan pentatonik. Dia juga pernah memainkan lagu-lagu rock and roll milik The Rolling Stones. Salah satu pencapaian puncaknya terjadi pada pergelaran Opera Ken Arok, 1975, yang berlangsung di Bandung. Dua tahun kemudian karyanya tersebut beredar dalam bentuk album rekaman.
Djauhar Zharsyah Fachrudin Roesli lahir pada 10 September 1951. Talenta musikal Harry bahkan telah mencuat di sekolah dasar. Sewaktu duduk di kelas IV ia sudah mampu menciptakan hymne untuk sekolahnya. Begitu juga waktu di SMP dan berlanjut hingga SMA. Sekadar mengingatkan, pada awalnya Harry Roeslie adalah seorang penyanyi seriosa yang serius. Pada 1971 dia membentuk Gang Of Harry Roesli dengan personil Albert Warnerin (gitar, perkusi, vokal), Iwan Abdurachman (gitar, vokal), Janto Soedjono (drum, perkusi), Indra Rivai (organ, piano, perkusi) dan Harry Potjang (harmonika, perkusi, vokal). Salah satu albumnya yang monumental, Philosophy Gang, memperlihatkan perhatiannya yang besar terhadap isu lingkungan. Kepeduliannya pada persoalan sosial juga kerap menyeretnya pada berbagai peristiwa politik. Sebagai musisi, Harry Roeslie sepertinya mengambil jarak dengan industri musik itu sendiri. Sebagian besar karyanya yang terdokumentasi dalam 23 album tak ada yang sukses secara komersial.
Penjelajahan kreatif Profesor musik lulusan Rotterdam Conservatorium ini tak hanya merambah dunia rekaman, tetapi juga teater dan filmk layar lebar. (*) DMR 
0 komentar:
Poskan Komentar
BAGI YANG INGIN BERBAGI BERITA, ATAU INGIN PROMOSI BAKAT ANDA, ATAU PROMASI BAND DAN LAGU ANDA, SILAHKAN KIRIM DATA ANDA KE : e-mail : mjafly@yahoo.com