Data penjualan album sebuah penyanyi/grup musik makin gelap di era ‘60 sampai ‘70-an. Berdasarkan penelusuran nyaris tak ada catatan data soal penjualan album di era itu. Jangankan data yang valid, data tak valid album mana saja yang laris di era itu pun susahnya minta ampun. Melacak pun makin susah lantaran banyak perusahaan rekaman di masa itu banyak yang gulung tikar.
Lalu bagaimana mendapatkan 10 album terlaris ini? Pertama, kami menanyakan ke beberapa perusahaan rekaman, album apa saja yang angka penjualannya tinggi. Soal angka penjualan ini, kami tanyakan juga ke beberapa wartawan musik senior yang paham benar lika liku dunia musik lokal. Cara lain, lewat penelusuran pustaka. Semua artikel musik -- terutama yang berhubungan dengan angka penjualan album -- kami lahap.
Well, mungkin, hasil yang kami dapat, kurang memuaskan Anda. Mungkin Anda bertanya tanya, album si Ahmad kok tak masuk? Atau album si Polan kok tak ada? Kalau Anda merasa tak terpuaskan, kami mohon maaf. Jangan ragu, beri tahu kami album apa saja yang seharusnya masuk dalam daftar 10 Album Terlaris Sepanjang Masa.Siapa tahu kelak, kami akan membuat artikel seperti ini lagi. Inilah ke-10 album itu.
1. Bintang di Surga (2004) - Peterpan

Inilah album paling banyak terjual sepanjang sejarah musik Indonesia. Total jenderalnya, Bintang di Surga laku 3 juta keping. Rinciannya, sekitar 2,7 juta album laku di dalam negeri. Sisanya terjual di negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darusallam dan Singapura. Fenomelnya, album sebanyak itu terjual di tengah angka pembajakan yang makin menggila.
Bintang di Surga dirilis bulan Agustus 2004. Menandai album ini dirilis band yang kini digawangi Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar) dan Reza (dram) mengadakan konser Breaking Records 24 Hours. Di konser ini, Peterpan tampil di 6 kota berbeda dalam satu hari.
2. Ningrat (200 0) - Jamrud

Jamrud terbentuk sekitar tahun 1989 di Cimahi, Jawa Barat. Awalnya band yang kini diawaki Azis MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Krisyanto (vokal) dan Herman (dram) ini bernama Jam Rock. Sekitar tahun 1995, Azis, Ricky, Krisyanto dan Sandy pun mulai berani menggodok materi lagu sendiri dan membuat demo. Mereka menawarkan demo tersebut ke Log Zhelebour, dan ternyata gayung pun bersambut. Jam Rock langsung dikontrak untuk rekaman dan sekaligus diubah namanya menjadi Jamrud.Karena sudah jodoh, pilihan Log untuk menggarap Jamrud ternyata sangat tepat. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1996) langsung ludes lebih dari 100 ribu keping. Di album kedua, Putri (1997), angka penjualannya naik hingga 200 ribu keping. Keberuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album mereka iniini mampu terjual hingga menyentuh angka 850 ribu. Prestasi yang sangat luar biasa diraih di album Ningrat (2000) yang memuat hit Surti Tejo dan Ningrat. Album ini terjual sampai 1,8 juta keping. Angka penjualan ini bukan tanpa makna. Dibanding generasi pendahulu mereka -- yang sama-sama berkubang di blantika musik rock, mulai Super Kid, Staccato, AKA, Rollies, hingga God Bless -- tidak pernah membuat catatan penjualan segigantis itu. Rekor penjualan album rock tertinggi hanya bisa dicapai Semut Hitam God Bless yang terjual dikisaran 300-400 ribu keping.
3. Sesuatu yang Tertunda (2001) – Padi

Ini album kedua Padi yang amat fenomenal. Bayangkan, dalam waktu 14 hari, album yang memuat hit Semua Tak Sama dan Kasih Tak Sampai ini laku sebanyak 450 ribu keping.Setahun lebih dari waktu rilisnya, album ini laku sampai 1,8 juta keping. Melihat jumlahnya, ini album dengan angka penjualan tertinggi yang pernah diraih Padi. Sekadar informasi, album perdana Padi laku sebesar 800 ribu keping.
Keberhasilan Padi dalam menggaet hati pendengar musik di tanah air semakin terbukti dengan dinobatkannya mereka sebagai Best Indonesian Artist pada ajang internasional MTV Asian Award 2002. Prestasi ini memang bukan sembarangan karena mereka harus berhadapan dengan para nominator hebat lainnya, seperti Sheila o*n 7 dan Dewa. Kemenangan ini membuat media asing dari ASEAN sampai CNN bergiliran mewawancarai mereka. Maklum saja, selain di Indonesia ternyata lagu-lagu Padi juga beken di Singapura, Thailand dan Malaysia.
4. Bintang Lima (2000) - Dewa

Di album Bintang Lima, Dewa hadir dengan vokalis baru bernama o*nce serta dramer Tyo Nugros. Kala itu banyak yang pesimis, Dewa bakal bisa sukses. Namun, ketakutan itu tak terjadi. Album tersebut malah meledak. Album terjual sebanyak 1,7 juta kopi. Sampai kini, rekor penjualan ini tak bisa ditandingi album Dewa lainnya. Bintang Lima mengandalkan hit sarat lirik bermuatan cinta seperti Separuh Nafas, Cemburu, Risalah Hati dan Dua Sejoli. Sukses album ini tergolong cepat. Dalam tiga bulan album ini saja terjual lebih dari 700 ribu keping. Lewat album ini Dewa meraih penghargaan Ami Sharp 2000 untuk kategori Penyanyi/ Grup Terbaik, Album Terbaik dan lagu Terbaik (Roman Picisan).
5. Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000) - Sheila o*n 7

Awalnya, banyak yang pesisimis, album kedua Sheila inibakal mengulang sukses. Tapi ramalan itu berhasil mereka jungkir balikkanLewat tembang Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Disampingku, Sephia dan Just For My Mom yang menghuni album Kisah Klasik Untuk Masa DepanSheila o*n 7 malah lebih sukses dari album perdannya. Buktinya, di Indonesia album ini terjual 1,7 juta keping atau 11 platinum. Album perdana mereka laku sebanyak 1,3 juta keping. Di Malaysia album ini menjadi Top Best Sellers. Tak heran album ini tercetak dalam Hits of The World Majalah Billboard. Oh ya, salah satu lagu di album ini, Sephia, saking populernya dijadikan sebuah judul sinetron.
6. Langkah Baru (2005) – Radja

Lewat album inilah, Radja mendominasi belantika musik di tahun 2005. Alasannya, gampang saja, penjualan album yang digawangi Ian Kasela (vokal), Moldy (gitar), Seno (dram) dan Indra (bas) paling ciamik dibanding grup musik atau penyanyi yang merilis album tahun itu. Totalnya, band inisukses menjual 1,3 juta album. Sepanjang tahun 2005, tak ada penyanyi/grup band yang mampu menjual album sebanyak ini.
7. 07 Des (2002) - Sheila o*n 7

Ada yang beda di album ketiga Sheila o*n 7 ini. Seluruh personelnya punya peran aktif. Tak seperti album sebelumnya yang banyak didominasi Eross. Yang unik, di album ini tak satupun terpampang wajah personel Sheila o*n 7. Alasannya, wajah mereka mereka terlalu sering muncul alias overexposed. “Jadi kalau ingin mendapatkan wajah kami gunting saja dari tabloid atau media cetak lainnya,” tegas Eross. Sayang, kesuksesan album ini diiringi gosip tak sedap. Banyak yang menganggap awak band ini mulai sombong.
07 Des bisa dibilang
puncak karier bermusik Sheila o*n 7. Setelah, album ini penjualan album
ini langsung menukik tajam. Jangankan satu juta, dapat setengahnya saja,
sudah prestasi luar biasa buat anak-anak Sheila.8. Cinta Rasul 1 (2000) - Hadad Alwi
Kalau
ada album rohani yang angka penjualannya menembus angka satu juta
keping,pastilah album Cinta Rasul 1. Persisnya, album ini terjual 1,3
juta keping. Si empunya album ini adalah Hadad Alwi. "Saya nggak
pernahmenyangka semua itu bisa terjadi. Cuma bermodal konsep sederhana,
komunikatif, dan nuansa isinya penyegaran rohani, ternyata album ini
disambut antusias oleh masyarakat," ujar bapak satu anak yang memulai
olah vokal dari pesantren ini.9. Cintailah Cinta (2002) – Dewa
10. Sheila o*n 7 (1997) - Sheila o*n 7














Ahmad Albar 

Gombloh lahir 14 Juli 1948 dengan nama Soedjarwoto Soemarsono, adalah salah satu ikon musik pop Indonesia yang mampu bermain dalam ranah idealis sekaligus mendulang sukses di ranah komersial. Setidaknya itulah yang terlihat ketika lagunya seperti Kebyar Kebyar dan Kugadaikan Cintaku berhasil menyita perhatian penggemar musik. Gombloh memang seolah trubadur komplit, yang tak hanya memuja-muji tanah kelahiran, tak hanya menafsirkan pesan-pesan alam tapi juga memotret fenomena sosial kalangan working class bahkan mengedepankan kritik sosial yang tajam pula.
Betapa fasihnya Gombloh menuturkan sketsa kehidupan rakyat jelata sehari-hari memang terlihat dari deretan kata-kata yang dirangkainya dalam lagu-lagu ciptaannya seperti “Doa Seorang Pelacur Kilang-Kilang Poligami Poligamiâ Nyanyi Anak Seorang Pencuri Selamat Pagi Kotaku Bahkan Martin Hatch seorang peneliti dari Cornell University mempelajari lagu - lagu dalam album Gombloh Berita Cuaca (1982) dan mengangkatnya dalam sebuah karya ilmiah bertajuk Social Criticsm In The Songs Of 1980's Indonesian Pop Country Singers dan dipresentasikan dalam seminar musik The Society of Ethnomusicology yang berlangsung di Toronto Kanada pada 2 - 5 November 2000 silam.
Dalam makalahnya Martin Hatch meneliti kekuatan dan nilai lagu-lagu karya Gombloh dalam perspektif kehidupan sosial seperti Berita Cuaca Hong Wilaheng Sekareng Bawono Langgeng Denok-Denok Debleng Ujung Kulon Baloran 3600 Detik Kebayan-Kebayanâ œHitam Putih dan Kami dan Alam Memasuki era 80-an, Gombloh mulai menulis lagu-lagu bercorak humor seperti lagu Lepen (singkatan Lelucon Pendek) maupun Selopen (singkatan Seloroh Pendek) yang menghasilkan sebuah idiom yang begitu lekat di khalayak ramai: Kalau cinta melekat, tai kucing rasa coklat.
Disisi lain, Gombloh yang tercerabut dari budaya pop justru tak bergeming ketika harus menghasilkan lagu seperti Kugadaikan Cintaku yang berhasil terjual diatas jumlah 1 juta keeping. Di era inilah Gombloh seolah terjerembab pada karya-karya yang berorientasi ke pasar. Lalu bermunculanlah lagu-lagu seperti Apel , Hey Kamu Percayalah Cintaku Tetap Hangat Karena Iseng Arjuna Cari Cinta Konsumsi Cinta � hingga Tari Kejang . Gombloh pun mulai menulis lagu-lagu bertema pop untuk penyanyi Tyas Drastiana hingga Vicky Vendi. Menyatunya Gombloh dengan tema populis membuat sosoknya kian dikenal luas. Kini siapa yang tak mengenal Gombloh ketika tampil di layar TVRI pada acara-acara musik seperti Aneka Ria Safari dan Selekta Pop dengan dandanan yang menjadi trademark: tubuh kerempeng bersepatu kets, pakai topi, rambut dikuncir, kacamata hitam dan setelan putih-putih. Gombloh yang menghembuskan nafas terakhir pada 9 Januari 1988, tak lagi hanya didengar oleh kelompok tertentu saja. Ia telah menjadi milik siapa saja. DS
Harry Roeslie adalah ikon musik kontemporer. Boss Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) ini seorang jenius yang sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kesenian. Bahkan saking terbukanya, awam seringkali dibuat sulit untuk dapat memahami pemikirannya. Dalam dunia Harry Roeslie memang bermuara keliaran ide, empati atas kehidupan pengamen jalanan, rasa muak terhadap kesewenangan dan entah apa lagi. Kata tabu tidak pernah mampir ke dalam benaknya. Pada album Titik Api dia menabrakan irama diatonik dengan pentatonik. Dia juga pernah memainkan lagu-lagu rock and roll milik The Rolling Stones. Salah satu pencapaian puncaknya terjadi pada pergelaran Opera Ken Arok, 1975, yang berlangsung di Bandung. Dua tahun kemudian karyanya tersebut beredar dalam bentuk album rekaman.
Djauhar Zharsyah Fachrudin Roesli lahir pada 10 September 1951. Talenta musikal Harry bahkan telah mencuat di sekolah dasar. Sewaktu duduk di kelas IV ia sudah mampu menciptakan hymne untuk sekolahnya. Begitu juga waktu di SMP dan berlanjut hingga SMA. Sekadar mengingatkan, pada awalnya Harry Roeslie adalah seorang penyanyi seriosa yang serius. Pada 1971 dia membentuk Gang Of Harry Roesli dengan personil Albert Warnerin (gitar, perkusi, vokal), Iwan Abdurachman (gitar, vokal), Janto Soedjono (drum, perkusi), Indra Rivai (organ, piano, perkusi) dan Harry Potjang (harmonika, perkusi, vokal). Salah satu albumnya yang monumental, Philosophy Gang, memperlihatkan perhatiannya yang besar terhadap isu lingkungan. Kepeduliannya pada persoalan sosial juga kerap menyeretnya pada berbagai peristiwa politik. Sebagai musisi, Harry Roeslie sepertinya mengambil jarak dengan industri musik itu sendiri. Sebagian besar karyanya yang terdokumentasi dalam 23 album tak ada yang sukses secara komersial.
Penjelajahan kreatif Profesor musik lulusan Rotterdam Conservatorium ini tak hanya merambah dunia rekaman, tetapi juga teater dan filmk layar lebar. (*) DMR 
3 komentar:
hidup sheila............
klo yang indie terbaru ada?
halo Faza.., maksud indi yang terbaru, lirik atau lagunya...???
Poskan Komentar
BAGI YANG INGIN BERBAGI BERITA, ATAU INGIN PROMOSI BAKAT ANDA, ATAU PROMASI BAND DAN LAGU ANDA, SILAHKAN KIRIM DATA ANDA KE : e-mail : mjafly@yahoo.com